menu

SELAMAT DATANG SAHABATKU JEPARA

Kamis, 07 Januari 2016

HOPE IS PRAY



Saat ini aku sedang berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya
Karna kebaikan adalah cara sederhana membuat hidup ini lebih bermakna dan bahagia
Selain rasa syukur itu sendiri, kehidupan ini haruslah bermanfaat bagi orang di sekitarku dengan memberi keuntungan bagiku, meskipun itu bukanlah berupa materi. Karna dengan perasaan bahagia itu lah diriku merasa beruntung dan bahagia.

Ya Allah, aku tidak menuntut diriku untuk menjadi seorang yang SEMPURNA dalam kehidupanku
Namun aku hanya berharap ENGKAU membesarkan NAMAKU dengan apa yang aku jalani saat ini maupun kelak, yang bisa memberi inspirasi bagi banyak orang dan akan selalu dikenang sepanjang masa.
Memberi kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarku, hidup bersama oarng yang baik, orang yang aku cintai, yang aku sayangi, tentram bersama mereka , meraih kesuksesan bersama mereka.
Amien.

Selasa, 30 Juni 2015

PROFESI ITU PATUT DISYUKURI

Tak ada profesi yang rendah, apalagi hina. yang ada hanya hanyalah orang yang tidak menghargai profesinya.
Bukankah setiap manusia memiliki jalannya masing-masing, memiliki pasionnya masing-masing???

ketika ada seorang yang bertanya, " apa pekerjaanmu? dan ternyata kamu hanyalah seorang OB atau Tukang bengkel atau apalah... lalu engkau menjawab dengan sedikit ragu dan malu2. 
ketahuilah, bahwa yang engkau kerjakan semuanya itu adalah mulia, selagi masih dalam kategori halal, dan paling penting bukan jadi peminta-minta. 

namun, di Indonesia ini banyak orang yang memandang profesi itu dengan sebelah mata.Beda halnya dengan di negara luar, bahkan tukang kebun pun bisa setara dengan dengan pegawai kantoran, dan mereka sangat profesional. itu karna apa, karna mereka menghargai profesinya, dan orang lain pun menghargainya. 

bukannkah setiap profesi itu saling menguntungkan, saling berhubungan, seperti halnya sebuah PENA, ia tak akan berfungsi tanpa adanya tinta, buku tak berfungsi tanpa pembaca. 
Jadi bagi anda yang kurang bersyukur atas pekerjaannya selama ini, atau merasa tidak layak dengan pekerjaanya selama ini , atau kalian yang masih menganggap rendah pekerjaan orang lain, 
DENGARKAN INI, BACALAH, DAN RENUNGKANLAH !!!
 " Ya Allah, tiada yang hina di dunia ini, tiada yang sia-sia di dunia ini.
apa yang aku kerjakan hari ini adalah sangat bermanfaat bagi orang orang-orang di sekitar sana.
mereka sangat mengaharapkan pekerjaanku, kehadiranku dan hasil kerjaku,
jika pekerjaan ini (......) adalah jalanku mengais Rizki-MU ,maka besarkanlah namaku dengan pekerjaan ini,
namun jika pekerjaan ini (.....) bukanlah yang terbaik buwatku, maka pilihkan aku pekerjaan yang sesuai dengan posionku, shingga mampu membesarkan namaku. Dan jika memang ini pekerjaan yang tidak cocok buatku, yang tidak sesuai dengan keinginanku, maka bahagiakan aku dengan pekerjaan ini. Aamien"

tukang kebun

tukang kebun yang bahagia dengan pekerjaanya
Sopir Taksi
 
lihatlah gambar di atas, sungguh bahagianya mereka menjalani profesinya, senyum terpancar begitu ceria.
Maka syukurilah , lakukan dengan baik, bukanlah uang tujuan utamamu, namun kebahagiaan oranglah dan kepuasan oranglah yang engkau prioritaskan. Terutama untuk keluargamu.
Maka Engkau akan menjadi besar dengan pekerjaanmu. 
SEMANGAT!!!!

Senin, 15 Desember 2014

Mencari Uang atau Membangun Kekayaan ?

Bagaimana pilihan sahabat, mencari uang sebanyak banyaknya atau membangun kekayaan.....?

mari kita simak baik, perumpamaan seseorang dalam membangun kekayaan atau mencari uang.

saya umpamakan uang adalah sebagai kupu-kupu. setiap hari kita membawa jaring untuk menangkap kupu-kupu. kita ambil kupu-kupu. semakin hari semakin terampil kita dalam mengambilnya.
hari pertama , kita bisa mengambil satu kupu-kupu. senang rasa hati bukan ? lalu kita memasukkan kupu-kupu itu ke dalam sangkar.

Esok harinya dua kupu-kupu, tiga, empat dan semakin hari jaring kita semakin besar. sekali jaring , bisa mengambil 100 kupu-kupu. senang hati kita bukan ? mendapatkan kupu-kupu setiap harinya 100.. sampai terkumpul 1000 kupu.. wao....benar2 fantastis...


lalu bagaimana perasaan anda ketika ingin bermain dengan satu kupu-kupu? anda buka sangkarnya , lalu menangkap salah satu di antaranya. apa perasaan anda saat pintu sangkar dibuka? ya tentu jawaban anda sama dengan kami. Ada perasaan takut akan kehilangan kupu-kupu lebih banyak.  bisa jadi 20 kupu-kupu kabur terbang melihat sangkar terbuka.

kalaulah tujuan anda ingin bermain dengan kupu-kupu dengan perasaan senang, kenapa kita tidak membuat taman saja? tepatnya taman yang indah yang terdiri atas bunga-bunga yang menarik bagi kupu-kupu. Kita tanam satu persatu tanaman yang memikat dan menunggu saat ia berbunga lalu menarik kupu-kupu. kita pun bisa bermain dengan kupu-kupu dengan perasaan senang, tanpa rasa khawatir , rasa takut, was-was. saat malam tiba kupu-kupu menghilang dan kita tidak khawatir, karena besok akan ada kupu-kupu lagi. sesederhana itu kita dalam bermain dengan kupu-kupu dengan perasaan senang.

kalaupun ada pihak yang mengambil kupu-kupu dengan jaringnya yang besar, kita tidak menyesal dan takut kehilangan, karena toh besok masih ada kupu-kupu lagi. . tujuan kita bermain dengan kupu-kupu tercapai, namun tak sampai sakit hati dan khawatir. bukankah itu lebih menentramkan?

hal itu kita identifikasikan dengan membangun kekayaan.  banyak manusia salah langkah dalam membangun kekayaan. ia kejar uang sekuat tenaga. ia habiskan energinya untuk mengejar  kupu-kupu yang jumlahnya kian terbatas.  banyak orang yang tertarik dengan kupu-kupu.  mereka berebutan , saling dorong , menjagal. kegaduhan pun terjadi. saat mendapat kupu-kupu, kita ikat kuat dalam sangkar. karena takut kehilangan.
inilah gambaran yang terjadi sebagian besar manusia dalam mencari rezeki.  Setelah mendapatkannya, mereka pun menjadi kikir dan sombong ." uang ini didapat dengan kerja keras ," tukasnya sambil melihat curiga orang lain.

inikah yang kita inginkan? uang yang seharusnya sebagai penghias kehidupan kita dan alat untuk mengabdi kepada sang pencipta, malah membuat kita jauh dari-Nya. rumah ibadah kosong, pesantren kosong, semua sibuk mengejar kupu-kupu. sampai-sampai melupakan tamannya.

alangkah indanhya jika fokus membangun taman, kita ciptakan kualitas, bukan mengejar kuantitas,....
kita ciptakan pabriknya sebelum memproduksi barangnya.

lihatlah orang-orang yang kaya, apakah mereka selalu bahagia. bahkan dia sibuk memikirkan harta. takut akan kehilangan harta yang telah dicari selama ini dengan susah payah.

lalu apa pilihan anda ? mencari uang atau membangun kekayaan ?

Mencari uang
1. mengejar kupu-kupu  --- kenikmatan semu
2. keterbatasan kupu-kupu --- persaingan
3. sangkar kupu-kupu --- kecemasan
4. bermain dengan kupu-kupu --- kekhawatiran

membangun kekayaa
1. membangun taman --- kenikmatan abadi
2. luasnya taman --- tak terhingga -makin luas, makin banyak kupu-kupu
3. bermain dengan kupu-kupu --- kesenangan
4. hilangnya kupu- kupu --- tenang


Membangun kekayaanlah yang harusnya menjadi strategi kekayaan kita, bukan mengejar uang.
 lalu bagaimana car kita membangun kekayaan dengan keterbatasan modal? bukankah membuat taman kupu-kupu pun memerlukan modal ? membangun kekayaan tidaklah harus dengan modal besar, kita bisa mendapat modal dari orang lain. kita ciptakan kualitas diri kita, apa bakat kita, apa kelebihan kita, itulah yang akan menjadi sumber kekayaan bagi kita.

_ salam sukses dr Zulie

Kamis, 30 Oktober 2014

JANGAN JADIKAN AKU ISTRIMU:

 Permintaan Istri kepada Calon suami, perlu di renungi untuk setiap calon suami.

JANGAN JADIKAN AKU ISTRIMU:
1. Jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain. Kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu, melihatmu begitu pulas, wajah mantan yang terlihat begitu sempurnapun tak mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.
2. Jika nanti kamu enggan hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam, sedang selama sembilan bulan aku harus selalu membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak lagi bisa tidur sesukaku.
3. Jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka dan sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita, kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman tidurmu yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
4. Jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita bercinta kamu harus tahu aku menikmati kebersamaan denganmu dan mendengar rayuan gombalmu yang lebih terdengar lucu daripada romantis adalah saat-saat yang kutunggu.
5. Jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menjatuhkan talak padaku. Kamu tahu betul, kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen bersama.
6. Jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingatkan kesalahanku, sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa.
7. Jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman-temanmu, sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku tidak sempat bahkan untuk menyisir rambutku, anak dan rumah bukan hanya kewajibanku karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu dan jika boleh memilih aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu akan tahu bagaimana rasanya.
8. Jika nanti kamu lebih sering di kantor dan berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup untuk hari ini saja.
9. Jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu, meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan kubiarkan kata-katamu menyakitiku. Bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan, bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi ramah menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.
10. Jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang. Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku karena aku tidak lagi punya waktu untuk diriku sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.
11. Jika saat ini kamu masih belum bisa menerima kekurangan dan kelebihanku, sedang seiring waktu kekurangan bukan semakin tipis tapi tambah nyata dan kelebihanku mungkin akan mengikis kepercayaan dirimu. Kamu harus tahu perut buncitmu tak sedikitpun mengurangi rasa cintaku dan prestasimu membuatku bangga bukan justru terluka.
(Seandainya saja kamu mau menghargai perjuanganku selama ini, dan mata dan hatimu tidak dibutakan, sebelas permintaanmu itu sudah kucoba lakukan semuanya meski dengan susah payah semampuku selama 20 tahun ini).

Kamis, 10 Juli 2014

Mengungkap Konspirasi Zionis Yahudi: Bahaya Imunisasi dan Vaksin

Imunisasi dan Konspirasi di dalamnya.


Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.

Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :

The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).
~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”

Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis.
Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.

Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?

“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” ~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”
~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

“Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”
~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris

“Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.
~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional

“Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”
~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962

“Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”
~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”
~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”

Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya.

Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Susceptible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi?

Menurut pencarian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami.
Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.
Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.
Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?
DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya. (*Coba perhatikan juga ketika beberapa waktu lalu ketika ahmad dani drop kekurangan darah karena over melakukan bekam lebih dari satu kali dalam sebulan, waktu itu rawat inap di rumah sakit sangat dianjurkan transfusi darah tapi dia menolak karena dia paham betul tidak mau keaslian darah nenek moyangnya yahudi jerman tercampur darah orang lain yang tidak jelas)
Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.
Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?
Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?

Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin.

Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.

Babi dalam Vaksin.

Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur’an ayat berikut :

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Qur’an surah Al-Maidah (5) ayat 3

Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan :

Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.”
Imamat 11 : 7-8

Lalu mengapa Allah mengharamkan Babi?
  
1. Asam Amino manusia yang hanya sedikit berbeda dari binatang babi.
Asam amino adalah salah satu penyusun protein pada makhluk hidup. Jika kita melihat insulin pada manusia dan babi, maka hanya akan terpaut satu daripada babi. Berikut penjelasannya :

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6
Penjelasan : hanya 1 asam amino berbeda

Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6
Penjelasan : ada 3 asam amino berbeda
Para produsen vaksin mengatakan bahwa jika menggunakan asam amino babi, maka mereka tidak memerlukan banyak proses penelitian lagi karena hanya terpaut satu asam amino. Berbeda dengan sapi yang terpaut 3 asam amino.

“Secara chemisty, DNA manusia dan babi hanya beda 3 persen. Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.”
~ Dr. Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan IPB

Tapi sayangnya mereka lupa jika asam aminonya hampir identik berarti sama saja kita memakan daging manusia (kanibal), dan telah jelas bahwa kanibal dapat menyebabkan penyakit-penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan, termasuk penyakit syaraf dan lain-lain.
Di China, terdapat sebuah desa yang gemar memakan daging manusia yang melintas di desanya, yang kemudian digunakan untuk sebuah perayaan. Mereka mengatakan bahwa rasa daging manusia mirip dengan rasa daging babi.

2. Sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya.

Seorang Imam Muslim bersama kawannya orang barat pernah melakuak test kepada 3 ekor babi dan 3 ekor ayam, masing masing adalah 2 jantan dan 1 betina. Dan hasilnya adalah :
Ketika 2 ekor ayam jantan dan 1 ayam betina dilepas, maka 2 ayam jantan tersebut bertarung hingga satu tewas/kalah untuk merebutkan betina. Namun apa yang terjadi ketika 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dilepas ? ternyata babi jantan yang satu membantu yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina.
Dan sang Imam berkata, “Inilah ! Daging babi itu membunuh ‘ghirah’ (rasa cemburu) orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian.”
Beberapa penelitian di barat juga banyak yang menyatakan bahwa memakan babi dapat mempengaruhi watak, resiko perselingkuhan, dan hasrat seksual yang melebihi ambang batas kewajaran sebagai manusia.

3. Tubuh babi dapat mengubah virus jinak menjadi ganas.

Babi memiliki berbagai reseptor dalam tubuhnya yang dapat menjadikan virus jinak yang masuk ke dalam tubuh babi kemudian keluar dalam keadaan ganas, diantaranya reseptor yang sangat dikenal para ilmuwan adalah reseptor alfa 2,6 sialic acid untuk mengikat influenza manusia dan 2,3 sialic acid untuk mengikat virus influenza unggas. Virus-virus yang terikat ke dalam reseptor tersebut kemudian dapat berubah menjadi ganas. Selain itu reseptor-reseptor itu juga dapat mengikat dua jenis virus yang memiliki sifat yang berbeda, untuk kemudian di mixing menjadi satu virus ganas yang memiliki 2 sifat.

4. Banyaknya penyakit dalam tubuh Babi

Kita sudah mengetahui sejak Sekolah Dasar dahulu bahwa babi mengandung cacing pita yang sangat berbahaya. Cacing pita bahkan dapat mengganggu sistem syaraf dan dapat masuk hingga otak manusia. Selain cacing pita masih banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh babi melalui bakteri, karena kebiasaannya yang senang memakan kotoran, bahkan kotorannya sendiri.

5. Sifat aneh babi lainnya.

“Babi mempunyai sifat kembar antara binatang buas dan binatang jinak. Sifatnya yang menyerupai binatang buas adalah karena ia bertaring dan suka makan bangkai, sedangkan sifatnya yang menyerupai binatang jinak ialah karena ia berceracak dan makan rumput serta dedaunan lainnya.
Babi memiliki syahwat yang amat kuat, hingga pada saat ia kawin (bersetubuh), pejantan bertengger di atas betinanya yang berjalan bermil-mil jauhnya. Pejantannya mengejar-ngejar betina demikian kasar hingga terjadi perkelahian yang mungkin menewaskan salah satu atau menewaskan kedua-duanya.
Satu kali mengandung, babi betina dapat melahirkan dua puluh ekor anak. Pejantan mulai kawin bila telah berumur 8 bulan, sedangkan betinanya mulai melahirkan bila telah mencapai umur 6 bulan. Di beberapa negeri, babi kawin pada umur 4 bulan, betinanya mulai bunting setelah dikawini dan akan melahirkan setelah bunting selama enam atau tujuh bulan. Babi betina yang telah mencapai umur 15 tahun tidak dapat beranak. Jenis binatang ini adalah yang paling banyak mempunyai keturunan. Babi jantan merupakan binatang jantan yang paling tahan lama bertengger di atas betinanya (kawin).
Yang mengherankan, jika sebelah matanya dicungkil ia segera mati. Babi memiliki kesamaan dengan manusia, yaitu kulitnya tidak dapat dikelupas kecuali jika dipotong lebih dulu daging yang berada di bawahnya.”
~ Kamal al-Din Muhammad ibn Musa al-Damiri, dalam Kitabul-Hayawan Al-Kubra

Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan.
  • Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
  • Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
  • Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
  • Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.
  • Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.
  • Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.
  • Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.
  • Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.
  • Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak.
  • Melaporkan bahwa, vaksin meningococcal merupakan ”Bom waktu bagi kesehatan penerima vaksin.”
  • Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.
  • Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.
  • Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.
  • Dan masih banyak lagi.
Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit?

Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata.
Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi.
SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS.
Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.
Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.
Tidak ada satu kematian pun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan farmasi.
Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontraproduktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.

Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam?

Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya.

Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr
Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.
Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”
Seorang kakek men-tahnik cucunya yang belum lama dilahirkan

Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.
Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.
Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.
Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang.
Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.
Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.
Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.
Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.
Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.
Silahkan liat link video klip cara men-tahnik bayi: http://www.youtube.com/watch?v=j8SMV_c636A&feature=share

Penutup

Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.

Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Qur’an surah Al-Hujuraat (49) : 6

Masih banyak sumber yang belum saya paparkan di sini. Termasuk bagaimana teknologi pengetahuan Islam menyingkap bagaimana setan dapat menjadikan manusia menjadi jahat melalui makanan yang haram yang kita konsumsi. Insya Allah lain waktu saya dapat menjelaskannya.
Semoga Allah memberkahi dan melindungi kita semua.

Minggu, 29 Juni 2014

Bahaya Tidur Setelah Makan Sahur


Salah satu sunnah Ramadhan adalah mengakhirkan sahur. Dalam pelaksanannya, seperti yang dituturkan Anas radhiyallahu anhu dan diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah dan para sahabat hanya mengambil jarak sekira lima puluh ayat menjelang Subuh. Praktis, generasi istimewa itu tidak tidur setelah makan sahur.

Bertolak belakang dari tradisi Rasulullah dan sahabat itu, banyak umat Islam di zaman sekarang yang tidur setelah makan sahur. Akibatnya, terkadang ketinggalan jamaah shalat Subuh. Selain itu, ternyata tidur setelah makan sahur juga berbahaya bagi kesehatan.

Saat tidur, tubuh menghemat energi sehingga jika seseorang langsung tidur setelah makan, maka lemaknya akan mudah tertimbun di perut. Hal ini mengakibatkan perut menjadi buncit.

Selain itu, seperti dijelaskan Pramono (ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin) diTribunnews, tidur setelah sahur juga bisa mengakibatkan terjadinya refluks. Yakni makanan berbalik dari lambung ke kerongkongan. Ini terjadi lantaran saat seseorang langsung tidur setelah sahur, makanannya belum dicerna dan terpengaruh gravitasi akibat saat tidur.

Jika seseorang tidur setelah sahur dan ketika bangun terasa kerongkongan panas dan mulut terasa pahit, itulah tanda-tanda refluks.

Bahaya lainnya adalah, terhambatnya proses pengosongan lambung. Dalam kondisi normal, isi lambung/maag akan kosong kembali sekitar dua jam setelah makan. Namun dalam kondisi tidur, pengosongan isi lambung ini menjadi terhambat dan akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan seperti mencret atau sembelit tergantung bahan makanan yang dikonsumsi.

Tidur setelah makan sahur juga bisa meningkatkan resiko terkena stroke. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah terkena stroke.

Sabtu, 28 Juni 2014

Tetap Fit Selama Bulan Puasa


tetap fit selama bulan puasaBulan puasa sebentar lagi, saatnya bagi yang menjalankan puasa untuk menabung kebaikan dan pahala. Namun bulan puasa bukan berarti badan yang lemah dan tidak fit. Bulan puasa tidak berarti anda juga berpuasa untuk berolahraga. Tubuh secara alami tetap membutuhkan olah raga walaupun sedang berpuasa. Namun permasalahannya adalah bagaimana mengatur olahraga pada saat puasa? karena olahraga yang salah pada bulan puasa justru dapat menurunkan kondisi tubuh anda. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu anda untuk tetap fit selama bulan puasa:
  1. Untuk mempersiapkan tubuh anda menjalani hari dengan berpuasa, makanlah makanan tinggi serat dan nutrisi, seperti nasi merah, roti gandum atau oatmeal, disertai dengan buah sebagai cemilan dan hindari makanan berlemak saat sahur.
  2. Minum cukup air putih, yaitu 3 gelas saat sahur.
  3. Mulailah dengan olahraga intensitas ringan di pagi hari setelah sahur, misalnya jalan cepat dan bersepeda.
  4. Pada sore hari sebelum  berbuka, anda dapat melakukan olahraga yang lebih berat, misalnya lari, sepak bola, atau basket.
  5. Bagi anda yang ingin menjaga bentuk badan dan kekuatan otot, anda dapat melakukan fitness di gym pada sore hari.
  6. Jangan lupa melakukan pemanasan dan stretching sebelum berolahraga dan diakhiri dengan pendinginan.
  7. Olahraga lebih menyenangkan apabila dilakukan bersama kerabat dan teman, sehingga tidak terasa lebih berat.
  8. Perhatikan kesehatan anda, sebaiknya olahraga intensitas sedang-berat tidak dilakukan saat kondisi badan tidak optimal dan lebih baik berkonsultasi dahulu dengan dokter.
  9. Berbukalah dengan yang manis, lalu dilanjutkan dengan makan besar, dan sebaiknya sebelum tidur jangn lupa mengkonsumsi buah-buahan terlebih dahulu.
Menjalankan puasa dengan tubuh segar dan fit tentunya akan sangat menyenangkan. Tips di atas diharapkan dapat membantu anda menjaga kesehatan selama bulan puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa.

Muslimah bau ?? Hiii jangan sampai ya !

Suatu hari saya membaca sebuah majalah muslimah remaja, di dalamnya ada sebuah kolom kritikan yang ditulis seorang ikhwan. Si penulis complain tentang banyaknya akhwat yang tidak memperhatikan kebersihan jilbab-jilbab mereka. Ikhwan tersebut sering sekali terpaksa menahan nafas untuk menghindari 'kewangian' yang menyerbak dari jilbab akhwat yang kebetulan satu angkot dengannya. Saudariku muslimah, berjilbab bukanlah alasan bagi kita untuk males-malesan merawat diri. Jangan mentang-mentang kulit dan rambut tidak keliatan, jadi terus dicuekin ajah dan tidak pernah diurus.. Wah bahaya kan? Justru dengan berjilbab, kita seharusnya lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan kulit plus rambut. Gak mau kan kalau ada imej muslimah itu bau? Hiyyyyy... Dari Abu Malik Al asy'ari r.a., katanya Rasulullah saw., bersabda: "Kebersihan itu sebagian dari iman. Membaca 'Alhamdulillah' pahalanya sepenuh timbangan. Membaca ' Subhanallah wal hamdulillah', pahalanya sepenuh ruang antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu adalah bukti, sabar itu adalah sinar. quran akan menjadi Hujah (alasan) bagimu atau alasan yang ditujukan kepadamu (HR Bukhari). 'Iya habis, kalo ke salon buat creambath atau luluran mahal sihhh' 'Yahh, gak ada waktu buat begituan di salon, lebih penting dakwah daripada ke salon begitu' 'Loh itu kan termasuk bermegah-megahan? Untuk apa bayar mahal hanya untuk urusan seperti itu?' begitu pembelaan-pembelaan sebagian muslimah yang saya terima. Memang harga-harga perawatan tubuh di salon-salon tidak bisa dibilang murah. Menurut pengamatan pribadi saya, untuk creambath rambut saja harganya berkisar antara Rp.20,000 sampai Rp.40,000. Tergantung salon mana yang kita datangi. Semakin elit salonnya, semakin membumbunglah harganya. Itu baru creambath untuk sekali datang saja. Creambath kan perlu dua kali sebulan, jadi lebih mahal donk? Terus lulurannya berapa lagi harganya? Terus ntar saya gk punya waktu untuk hal-hal yang lain donk? Terus..terus..terusÃ,âE¦ Eitt, sabar dulu saudariku ^,^. Sebenarnya kalau melakukan semua perawatan kulit dan rambut di salon, memang bisa gak bayar uang kos sebulan. Tapi alhamdulillah, banyak kok produk-produk perawatan kulit dan rambut di toko-toko yang harganya terjangkau dan bisa dilakukan di rumah perawatannya. Sebotol lulur kira-kira harganya Rp8.000 (terakhir saya membeli), dan itu bisa tahan kira-kira dua bulan. Lumayan kan? Produk-produk perawatan rambut siap pakai juga Insya Allah harganya masih terjangkau dan tahan lama. Berikut adalah tips-tips dari saya tentang perawatan rambut dan kulit. Tips-tips ini adalah hasil dari pengalaman pribadi dan wawancara dengan mbak-mbak yang di salon :) Perawatan rambut di rumah: Keramaslah rambut secara teratur, jangan lupa gunakan kondisioner sesuai dengan jenis rambut dan udara di kota tempat tinggal anda. Setelah itu gunakan tonik rambut untuk menguatkan akar dan menghindari rontok. Tumpahkan sedikit tonik di telapak tangan, kemudiat pijit-pijitlah kulit kepala anda. Mulailah memijit dari daerah depan..kemudian belah rambut menjadi beberapa bagian, sampai akhirnya seluruh kulit kepala sudah dipijit. Gunakan ujung jari bagian dalam untuk memijit-mijit. Yang perlu diingat, memakai tonik tidak perlu dalam jumlah yang banyak. Karena tonik hanya diperlukan sedikit oleh akar rambut. Creambath biasanya dilakukan dua bulan sekali. Berguna untuk mempertahankan kesehatan rambut. Di toko-toko biasanya dijual berbagai macam jenis creambath, anda bisa pilih sesuai selera ataupun khasiat-khasiat tersendiri dari creambath tersebut. Cara creambath: Basahi rambut, kemudian usap-usap dengan handuk kecil. Belahlah rambut menjadi dua bagian. Mulailah mengusap-usap cream creambath ke salah satu bagian rambut. Yang perlu diingat adalah cream creambath ini lebih diutamakan untuk di apply, ke kulit kepala daripada rambut. Karena memang bagian itulah yang penting. Pijit-pijitlah kepala sembari memberi cream creambathnya. Setelah selesai, ambil handuk yang sudah direndam di dalam air hangat, kemudian balutlah rambut dengan handuk tersebut. Diamkan selama 20-30 menit (Anda dapat mengganti handuknya,jika handuk sudah terasa dingin). Terakhir bilaslah rambut dengan sampo dan kondisioner. Perawatan Kulit. Biasanya lulur digunakan sekali seminggu, tapi ini adalah preferensi masing-masing. Bukalah kemasan lulur anda, dan kemudian luluri keseluruh tubuh. Tunggu hingga kering, kemudian mandilah sambil memgusap-usap kulit hingga bersih. Allah SWT sangat menekankan pentingnya kebersihan diri. Seperti tersebut dalam surat Al-Muddatstsir 4-5, 'Dan bersihkanlah pakaianmu dan tinggalkan segala macam kekotoran'. Di dalam ayat yang lain, Allah menggandengkan kebersihan dengan taubat, 'Ã,âE¦ sesungguhnya Allah senang kepada orang yang bertobat, dan senang kepada orang yang membersihkan diri' (QS Al-Baqarah 222). So, saudariku muslimah, ayo benahi diri kita!

Minggu, 06 Oktober 2013

EVALUASI PEMBELAJARAN


ARTIKEL
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DI SEKOLAH

Mata Kulia                  : Pengembangan Sistem Evaluasi PAI
Dosen pengampuh      : Ibu Retno Susilowati



Disusun Oleh :

ZULIHATI
112837
















SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
STAIN 2013



A.      Pendahuluan

Selama ini belum diperoleh hasil penelitian yang komprehensif tentang hasil pembelajaran pendidikan agama Islam pada sekolah, mulai tingkat SD, SMP dan SMA. Berbagai penelitian yang menyangkut tentang pendidikan agama di sekolah pernah dilakukan oleh beberapa kalangan, tetapi sifatnya parsial. Misalnya, Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama, telah beberapa kali melakukan penelitian tentang pendidikan agama di sekolah: penelitian tentang kompetensi Guru PAI tingkat di beberapa propinsi, penelitian tentang kesiapan GPAI dalam pelaksanaan KBK di SMA dan penelitian tentang keberagamaan siswa SMU.
Namun bisa diduga, bahwa hasil pembelajaran PAI pada sekolah adalah sangat bervariasi, mulai dari hasil pembelajaran yang kurang berkualitas hingga yang sangat bermutu. Pembelajaran yang dikembangkan selama ini adalah selalu menempatkan guru sebagai pusat belajar sehingga target pembelajaran adalah ilmu pengetahuan sebagai pemberian guru kepada siswa (transfer of knowledge) yang berbentuk penguasaan bahan dan selalu berorientasi pada nilai yang tertuang dalam bentuk angka-angka. Dengan demikian dominasi guru akan menghancurkan kreativitas, kemandirian serta orisinalitas siswa. Di samping itu penyampaian pembelajaran lebih bersifat teks normatif. Pendidikan religiusitas atau keberagamaan yang seharusnya terbentuk melalui pendidikan agama terabaikan atau gagal diwujudkan.
Materi pendidikan agama Islam yang disajikan di sekolah masih banyak terjadi pengulangan-pengulangan dengan tingkat sebelumnya. Disamping itu, materi pendidikan agama Islam dipelajari tersendiri dan lepas kaitannya dengan bidang-bidang studi lainnya, sehingga mata pelajaran agama Islam tidak diterima sebagai sesuatu yang hidup dan responsif dengan kebutuhan siswa dan tantangan  perubahan. Bahkan kehadiran pelajaran pendidimkan agama Islam dapat dipastikan akan membosankan dan kurang menantang.
Metodologi pembelajaran agama Islam di sekolah disampaikan sebagian guru secara statis-indoktrinatif-doktriner dengan fokus utama kognitif yang sibuk mengajarkan pengetahuan dan peraturan agama, akan tetapi bagaimana menjadi manusia yang baik: penuh kasih sayang, menghormati sesama, peduli pada lingkungan, membenci kemunafikan dan kebohongan dan sebagainya justru luput dari perhatian.
Romo Mangunwijaya dengan nada menggugat ia berucap, pelaksanaan pendidikan agama saat ini mempunyai masalah-masalah yang sangat kompleks tapi sayangnya tidak semua educator agama benar-benar sadar akan persoalan ini. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pola pendidikan kita saat ini masih mementingkan huruf dari pada ruh, lebih mendahulukan tafsiran harfiah di atas cinta kasih.
Dari ungkapan-ungkapan sebagaimana terurai di atas, dapat dimengerti bahwa pelaksanaan pendidikan agama Islam sekolah menghadapi sejumlah permasalahan yang mendesak untuk dipecahkan. Jika tidak, dikhawatirkan justru misi utama yang hendak diemban oleh pendidikan agama Islam malah tidak atau kurang mencapai sasaran. Evaluasi atau penilaian adalah proses yang dilakukan oleh guru untuk mengetahui, memahami, dan menggunakan hasil kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses penilaian harus didasarkan atas suatu selang waktu, bukan sesaat saja. Ini berarti bahwa evaluasi merupakan kumpulan dari sederetan pengukuran yang dilakukan berkali-kali dengan suatu tujuan tertentu. Hasil belajar anak yang diperoleh melalui evaluasi itu tidak hanya sekedar untuk diketahui dan dipahami guru, tetapi yang lebih penting ialah agar dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti kenaikan kelas, meluluskan murid dan sebagainya.
Sering pengertian evaluasi (penilaian) dikaburkan dengan pengertian measurement (pengukuran). Pengukuran adalah pekerjaan membandingkan suatu hasil belajar murid dengan ukuran yang sudah ditentukan, yang disebut standar evaluasi. Agar lebih jelas beda antara pengukuran dan penilaian, maka berikut diberikan contoh: seorang penjahit melakukan pengukuran terhadap seseorang, ia mengukur panjang lengan, panjang badan, lingkar dada, lingkar pinggang dan sebagainya. Penjahit tersebut berarti melakukan pengukuran. Apabila kemudian tukang jahit menyatakan bahwa seseorang yang pesan pakaian itu gemuk, langsing, mempunyai ukuran badan yang ideal, maka penjahit itu mengadakan penilaian terhadap orang yang memesan pakaian tadi.
Evaluasi dapat dilakukan dengan cara kuantitatif maupun kualitatf. Dengan cara kuantitatif, berarti data yang dihasilkan berbentuk angka atau skor. Sedangkan cara kualitatif berarti informasi hasil test berbentuk pernyataan-pernyataan verbal seperti kurang, sedang, baik dan sebagainya. Dalam melaksanakan kegiatan evaluasi, dapat digunakan dua jenis teknik yaitu teknik tes dan non test. Teknik test biasanya digunakan untuk mengumpulkan data mengenai aspek kemampuan, dimana kita mengenal misalnya test hasil belajar, test inteligensi, test bakat khusus, dan sebagainya. Sedangkan teknik non test biasanya digunakan untuk menilai aspek kepribadian yang lain misalnya minat, pendapat, kecenderungan dan lain-lain, dimana digunakan wawancara, angket, observasi, dan sebagainya.
Pada makalah ini pembahasan lebih difokuskan pada evaluasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah serta problematikanya. Oleh karenanya dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian evaluasi, tujuan dan fungsi evaluasi, cara dan teknik evaluasi, dan kesulitan-kesulitan evaluasi.
B.       Pembahasan
1.    Pengertian Evaluasi
Menurut Ralph Tayler evaluasi adalah proses yang menentukan sejauhmana tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan Cronbach, Stufflebeam dan Alkin mengartikan evaluasi dengan menyediakan informasi untuk membuat keputusan. Pendapat lain dikemukakan oleh Malcolm dan Provus mendefinisikan evaluasi sebagai perbedaan apa yang ada dengan standar untuk mengetahui apakah ada selisih. Ada juga yang mengemukakan bahwa evaluasi adalah penelitian yang sistematik atau yang teratur tentang manfaat atau guna beberapa obyek.
Melihat dari uraian di atas maka dapat diketahui adanya perbedaan pendapat diantara para ahli tentang definisi dari evaluasi. Namun demikian secara garis besar masih ada titik  temunya. Berkaitan dengan evaluasi dalam pembelajaran pendidikan agama islam maka yang dimaksudkan adalah ingin mengetahahui, memahami dan menggunakan hasil kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.    Tujuan dan Fungsi Evaluasi
Adapun tujuan dan fungsi hasil-hasil  evaluasi pada dasarnya dapat digolongkan menjadi empat kategori:
a.    Untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar.
b.    Untuk menentukan angka/hasil belajar masing-masing murid yang  antara lain diperlukan untuk penentuan kenaikan kelas dan penentuan lulus tidaknya murid.
c.    Untuk menempatkan murid dalam situasi belajar mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat kemampuan (karakteristik) lainnya yang dimiliki murid.
d.   Untuk mengenal latar belakang (psikologi, fisik, dan lingkungan) murid yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.
Pelaksanaan fungsi pertama dan kedua terutama menjadi tanggung jawab guru sedangkan pelaksanaan fungsi ketiga dan keempat lebih merupakan tanggung jawab bimbingan dan penyuluhan. Sehubungan dengan keempat fungsi yang dikemukakan di atas, evaluasi hasil belajar dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
a.    Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk keperluan memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan pelayanan khusus bagi murid/siswa. Evaluasi ini jarang dipraktekkan oleh guru-guru di sekolah sebagaiman yang seharusnya.
b.    Evaluasi Sumatif
     Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dlaksanakan untuk keperluan memberikan angka kemajuan belajar murid/siswa yang sekaligus dapat digunakan untuk pemberian laporan kepada orang tua, penentuan lenaikan kelas, dan sebagainya.
c.    Evaluasi Penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk keperluan penempatan murid/siswa pada situasi belajar mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat kemampuan lainnya yang dimilikinyaa.
d.   Evaluasi Diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk keperluan latar belakang (psikologi, fisik, lingkungan) dari murid/ siswa yang mengalami kesulitan-kesulitan dalam belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesuliatan –kesuliatan tersebut. Evaluasi jenis ini erat hubungannya dengan kegiatan bimbingan dan penyuluhan di sekolah.]
Ada dua jenis pendekatan dasar dalam evaluasi :
a)    Pendekatan yang bersumber pada norma (norma referenced).
Evaluasi yang menggunakan pendekatan ini menghasilkan indeks yang relatif tentang kemampuan hasil belajar yang dicapai murid/siswa. Dikatakan relatif, karena hasil evaluasi di sini menggambarkan kemampuan seorang murid/siswa dibandingkan teman-temannya yang lain dalam kelas yang sama (kelompok). Dengan pendekatan ini, test disusun untuk dapat membedakan  siswa yang satu dengan siswa-siswa yang lain dalam hal penguasaan mereka terhadap bahan pelajaran. Penyusuna soal didasarkan atas isi bahan pelajaran dengan memperhitungkan perbandingan antara soal-soalyang mudah, sedang dan sukar, agar dapat membedakan siswa yang satu dari siswa an lain. Evaluasi sumatif pada umumnya menggunakan pendekatan norma referenced ini. Pendekatan ini lebih tepat diterapkan didalam evaluasi untuk keperluan pemberian angka, kenaikan kelas, ataupun seleksi.
b)   Pendekatan bersumber pada kriteria (criterien referenced).
Evaluasi yang menggunakan pendekatan ini menghasilkan indeks yang mutlak tentang kemampuan hasil belajar siswa. Dengan mutlak disini dimaksudkan bahwa evaluasi ini dapat memberikan informasi tentang apakah seorang siswa telah menguasai tujuan-tujuan instruksional yang diinginkan atau belum, terlepas dari hasil yang dicapai oleh temen-temannya yang lain. Karena itu alat evaluasi hendaknya disusun sedemikian rupa sehinnga hasilnya dapat ditafsirkan dalam hubungan standar atau kriteria tertentu. Dengan pendekatan ini, test disusun untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai tujuan instruksional tertentu, bukan untuk membedakan  antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Evaluasi formatif pada umumnya menggunakan pendekatan criterien referenced ini. Pendekatan  ini cocok untuk diterapkan di dalam evaluasi untuk keperluan menilai efektifitas program pengajaran yang diberikan dan menilai sejauh mana siswa telah menguasai kemampuan-kemampuan di dalam suatu program tertentu yang merupakan persyaratan untuk mengikuti program selanjutnya.
Sementara itu Ramayulis berpendapat bahwa, sebagai salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pendidikan Islam, evaluasi berfungsi untuk:
a)    Mengetahui tingkat kepahaman anak didik terhadap mata pelajaran yang disampaikan.
b)   Mendorong kompetisi yang sehat antar peserta didik.
c)    Mengetahui perkembangan anak didik setelah mengikuti proses belajar mengajar.
d)   Mengetahui akurat tidaknya guru dalam memilih bahan, metode dan berbagai penyesuaian dalam kelas.
Tidak jauh berbeda dengan Ramayulis, Armai Arief menyebutkan beberapa fungsi evaluasi pendidikan islam sebagai berikut:
a)    Untuk mengetahui sejauhmana efektivitas cara belajar mengajar yang telah dilakukan, khususnya yang berkenaan dengan anak didik.
b)   Untuk mengetahui prestasi belajar siswa guna mengambil keputusan apakah materi pelajaran bisa dilanjutkan atau tidak.
c)    Untuk mengumpulkan informasi tentang taraf perkembangan dan kemajuan yang diperoleh oleh anak didik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum pendidikan Islam.
d)   Sebagai bahan laporan kepada wali murid tentang hasil belajar siswa yang bersangkutan, baik berupa buku raport, piagam, sertifikat, ijazah dan lain-lain.
e)    Untuk membandingkan hasil pembelajaran yang diperoleh sebelumnya dengan hasil pembelajaran yang dilakukan sesudah itu, guna meningkatkan pendidikan.
Dari uraian tentang fungsi evaluasi tersebut di atas, tampak bahwa evaluasi pendidikan hanya berjalan satu arah, yakni yang di evaluasi hanya elemen siswa saja. Karena masalah cultural, kata Abdurrahman Mas’ud, anak didik tidak memperoleh kesempatan untuk memberi umpan balik kepada sekolah mengenai gurunya, apalagi mengevaluasi guru tersebut.
3.    Prosedur Evaluasi
Dalam evaluasi hasil belajar pertimbangan utama yang harus dilakukan ialah menentukan apa yang akan diukur. Kemudian menganalisis dengan cepat tujuan yang akan dicapai dalam penilaian tersebut. Akhirnya ditentukan pula cara penafsiran hasil penilaian yang guru akan memperoleh hasil seperti yang diharapkan. Sehubungan dengan hal tersebut untuk melakukan penilaian hasil belajar, maka harus menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
a.    Langkah persiapan yang terdiri dari dua jenis yaitu:
1)   Langkah persiapan umum yang harus dilakukan pada tahap awal penyelenggaraan penilaian misalnya guru harus menetapkan lebih dahulu alat yang digunakan dan criteria yang dijadikan pedoman penilaian.
2)   Langkah persiapan khusus yaitu langkah yang harus dilaksanakan pada saat akan melakukan suatu langkah penilaian tertentu misalnya membuat alat penilaian dan menetapkan cara pencatatannya.
b.    Langkah verifikasi program/rencana yang telah dibuat. Pada langkah ini guru mengklasifikasikan rencana yang disusun menjadi dua katagori yaitu rencana yang baik/memadai dan rencana yang kurang baik. Untuk menilai ini diperlukan berbagai pertimbangan berdasarkan akal sehat dan cara berpikir logis. Disamping itu obyektivitas penilaian juga perlu ditekankan dalam menilai rencana.
c.    Langkah pelaksanaan,yaitu langkah menerapkan rencana/program yang dibuat pada langkah persiapan. Pada langkah pelaksanaan ini yang harus diperhatikan ialah hal-hal yang berkaitan dengan jenis informasi/data yang dikumpulkan, cara pengumpulan dan alat yang digunakan untuk memperoleh informasi.
d.   Langkah penafsiran, yaitu langkah member makna atau arti terhadap informasi yang diperoleh. Agar tidak terjadi over estimated atau under estimated perlu berhati-hati dalam membuat rincian kriteria/norma.
Senada dengan rincian tersebut Edwin Wundt dan Gerald W. Brown menyatakan bahwa langkah-langkah dalam prosedur penilaian hasil belajar harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1)   Apakah telah dimengerti benar tentang tujuan yang ingin dicapai?
2)   Dalam hal apa keadaan itu telah dipahami sebagai keterangan/bukti?
3)   Bagaimana memperoleh bukti laporan atau keterangan yang meyakinkan?
4)   Bagaimana menaksir keterangan-keterangan/bukti-bukti atau apakah bukti tersebut meyakinkan?
Sebenarnya dengan mempertimbangkan dua jenis pertimbangan tersebut (butir satu dan dua) sudah cukup lengkap sebagai prosedur penilaian. Oleh karena itu dalam melakukan penilaian hasil belajar, guru perlu dan harus mempertimbangkan terlebih dahulu tujuan melakukan penilaian dan pemahaman guru terhadap program yang akan dilakukan.
4.    Cara dan Teknik Evaluasi 
Evaluasi dapat dilakukan dengan cara kuantitatif maupun kualitatf. Dengan cara kuantitatif, berarti data yang dihasilkan berbentuk angka atau skor. Sedangkan cara kualitatif berarti informasi hasil test berbentuk pernyataan-pernyataan verbal seperti kurang, sedang, baik dan sebagainya.
Dalam melaksanakan kegiatan evaluasi, dapat digunakan dua jenis teknik yaitu teknik tes dan non test. Teknik test biasanya digunakan unutk mengumpulkan data mengenai aspek kemampuan, dimana kita mengenal misalnya test hasil belajar, test inteligensi, test bakat khusus, dan sebagainya. Sedangkan teknik non test biasanya digunakan untuk menilai aspek kepribadian yang lain misalnya minat, pendapat, kecenderungan dan lain-lain, dimana digunakan wawancara, angket, observasi, dan sebagainya. Sedangkan teknik test (evaluasi) antara lain : a) Jenis test yang terdiri dari tiga yaitu; test tertulis , test lisan dan test perbuatan, b) Bentuk soal test terdiri dari; bentuk uraian dan obyektif.
5.    Kesulitan-kesulitan dalam evaluasi.
Evaluasi diperlukan untuk mengadakan perbaikan. Untuk itu diperlukan keterangan tentang baik buruknya mutu pengajaran. Tanpa evaluasi, perbaikan tidak mungkin. Karena itu setiap orang atau instansi yang bertanggung jawab atas usaha pendidikan wajib mengadakan evaluasi, antara lain guru sendiri, kepala sekolah, dan seterusnya termasuk lembaga-lembaga terkait.
Mengadakan evaluasi banyak mengandung kesulitan. Sebagai guru kita harus mengevaluasi kegiatan mengajar kita. Menilai dan mengeritik diri sendiri merupakan sikap obyektif, kerendahan hati dan keterbukaan untuk melihat dan mengakui kesalahan sendiri agar ada usaha untuk mencari cara-cara yang lain yang mungkin lebih berhasil.
Selama ini evaluasi yang dilakukan kadang-kadang hanya sampai pada domain kognitif saja, dan itupun lebih berorientasi pada sejauh mana siswa mampu mengingat atau menghafal sejumlah materi yang telah disampaikan olh guru, sedangkan domain afektif, apalagi psikomotorik lepas dari proses evaluasi. Ini berarti bahwa proses belajar mengajar hanya mengejar penumpukan materi dan informasi. Hal inilah yang kemudian dikenal dengan model bank education atau pendidikan gaya bank.
Evaluasi tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi jika pelaksanaannya benar-benar disesuaikan dengan prinsip-prinsip evaluasi. Menurut Muhaimin,dkk, dalam pelaksanaan evaluasi pendidikan islam perlu dipegang prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.    Agar evaluasi pendidikan sesuai dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, maka evaluasi harus mengacu pada tujuan pendidikan yang telah dirumuskan sebelumnya.
b.    Evaluasi harus obyektif, dalam artievaluasi itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, berdasarkan fakta dan data yang ada tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur subyektifitas dari evaluator.
c.    Evaluasi dilakukan secara komprehensif. Maksudnya evaluasi evaluasi dilakukan secara menyeluruh, meliputi berbagai domain pendidikan yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik
d.   Evaluasi dilakukan secara continue. Apabila pendidikan Islam dipandang  sebagai sebuah proses untuk mencapai tujuan-tujua tertentu, maka evaluasi pendidikannya harus dilakukan secara continue (terus-menerus), dengan memperhatikan prinsip pertama, kedua dan ketiga.
Tentu saja evaluasi memerlukan biaya, waktu, dan tenaga, apa lagi ruang lingkup yang akan dinilai itu luas. Kelemahan dalam evaluasi juga dapat disebabkan sulitnya penilaian itu sendiri. Apalagi evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI yang semestinya ketiga ranah pembelajaran yaitu kognitif, afektif dan psikomotor memerlukan evalauasi secara menyeluruh (integrated).

C.      Penutup
Dari pemaparan tentang evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI di sekolah harus memperhatikan tata cara, teknik, prinsip-prinsip serta tujuan dari dilaksanakannya evaluasi pembelajaran tersebut. Dengan demikian apabila seluruh aspek yang ada dalam evaluasi pembelajaran itu diperhatikan dengan baik maka keberhasilan guru maupun siswa dalam proses belajar tersebut akan biasa dijadikan sebagai acuan untuk perbaikan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Mas’ud,  Abdurrahman, Antologi Studi Agama dan Pendidikan Islam, Semarang: Aneka Ilmu, 2004.

Muhaimin, at-al, Ilmu Pendidikan Islam, Surabaya: Karya Abdi Tama, tt.
Ramayulis, Metodologi Pengajara Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2001.
Saleh, Abdul Rachman, Pendidikan Agama dan Keagamaan Visi, Misi dan aksi Jakarta: Gemawindu Pancaperkasa, 2000.

Tantowi, H. Ahmad, Pendidikan Islam di Era Transformasi Global, Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2008.

Tayibnapis, Farida Yusuf, Evaluasi Program, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000),
Udin S Winataputra, at-al, Belajar dan Pembelajaran, Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka, 1994.