menu

SELAMAT DATANG SAHABATKU JEPARA

Jumat, 04 Oktober 2013

ANALISIS PENETUAN KKM


COVER






LOGO
PEMKAB/KOTA
 
 







ANALISIS PENENTUAN
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

                        KELAS              : ___________
                        SEMESTER       : ___________
                        TAHUN             : _____ /_____




                        NAMA GURU    : ………………………………………………..
                        NIP                  : ………………………………………………..





NAMA SEKOLAH      : ………………………………………………………..
STATUS SEKOLAH   : ………………………………………………………..
ALAMAT SEKOLAH   : …………………………………………………………
                                  …………………………………………………………
                                  …………………………………………………………
TELEPON                 : ………………………………………………………..
e-MAIL                     : …………………………………………………………
PETUNJUK MENENTUKAN KKM

A.   Faktor penentu KKM
          Satuan pendidikan wajib dan diberi kewenangan penuh untuk menentukan KKM setiap tahun. KKM termasuk peraturan akademik yang menjadi bagian  dari dokumen KTSP yang disusun oleh satuan pendidikan. KKM ditetapkan oleh Kepala Sekolah dengan memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah.
          Penentuan KKM berdasarkan hasil analisis tiga faktor, yaitu :
  1. Kompleksitas tiap kompetensi dasar (KD)
  2. Kondisi daya dukung yang terdiri dari sumberdaya manusia dan sarana prasarana/fasilitas sekolah
  3. Kemampuan rata-rata peserta didik (intake)

B.   Langkah-langkah penentuan KKM
          KKM ditentukan berdasarkan analisis KD setiap mata pelajaran untuk masing-masing jenjang/tingkat kelas berlaku untuk satu tahun pelajaran, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Menghitung jumlah KD yang diajarkan dalam satu tahun (2 semester) untuk setiap mata pelajaran sesuai jenjang/tingkat kelas
  2. Menentukan skor (nilai) yang sesuai dengan sifat dan kondisi masing-masing faktor
    1. Kompleksitas (K) ;
Kompleksitas KD ditentukan berdasarkan tingkat kesukaran masing-masing KD. Skor kompleksitas diberikan 40 – 100. Semakin sukar suatu KD, skor ketuntasan minimal yang diberikan semakin rendah atau mendekati skor 40. Sebaliknya, semakin mudah suatu KD, skor ketuntasan minimal yang diberikan semakin tinggi atau mendekati skor ideal nasional 75.
Disarankan, penentuan skor kompleksitas dilakukan oleh kelompok guru sejenis (MGMP atau KKG) wilayah setempat
    1. Daya dukung (D) ;
Penentuan skor daya dukung berdasarkan kondisi kualitas SDM yang ada, dominan pendidik dan kualitas sarana prasarana. Skor daya dukung  diberikan 40 – 100. Semakin tinggi kualitas SDM dan sarana prasarana, semakin tinggi skor ketuntasan minimal yang ditentukan atau sebaliknya
    1. Intake (I) ;
K + D + I
3
 
Kemampuan awal rata-rata peserta didik atau intake ditentukan ber-dasarkan data peserta di kelas asal/tingkat sebelumnya. Intake juga dapat ditentu-kan berdasarkan hasil tes awal atau hasil ulangan harian pertama (KD-1). Skor ketuntasan minimal yang diberikan 40 – 100. Semakin tinggi kemampuan awal rata-rata peserta didik, semakin tinggi pula skor ketuntasan  minimal yang diberikan
  1. Menghitung KKM tiap KD menggunakan rumus : KKM =
                        Keterangan :
                                  K : Kompleksitas
                                  D : Daya dukung
                                  I  : Intake
  1. Menentukan KKM untuk setiap mata pelajaran, dengan cara menjumlahkan KKM semua KD, kemudian dibagi jumlah KD
C.   Format analisis penentuan KKM …………………….terlampir

ANALISIS PENENTUAN KKM
                                    Mata Pelajaran        : ………………………………………………….
                                    Kelas/ Semester     : ………….../…………………
                                    Tahun Pelajaran     : ................./……………………….

STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
KOMPLEK- SITAS
DAYA DUKUNG
INTAKE SISWA
KKM KD (100%)
PENDIDIK
SARPRAS
(40-100)
(40-100)
(40-100)
(40-100)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6
(7)
































































































STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
KOMPLEK- SITAS
DAYA DUKUNG
INTAKE SISWA
KKM KD (100%)
PENDIDIK
SARPRAS
(40-100)
(40-100)
(40-100)
(40-100)
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6
(7)



























Rabu, 25 September 2013

RPP QUR`AN HADIST 2013 TERBARU

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Madrasah                      : 
Mata Pelajaran             :  Al-Qur’an Hadist
Kelas / Semester           :  VII / 1
Alokasi Waktu              : 2 x 40 menit
A.          Standar Kompetensi  
1. Memahami Alquran dan Hadist sebagai pedoman hidup
B.           Kompetensi Dasar
1.2 Menjelaskan cara memfungsikan Alquran dan Hadits
C.          tujuan pembelajaran
-       Dapat Menyebutkan cara memfungsikan Alquran dan Hadits
-       Dapat membaca ayat-ayat Alquran dan Hadits dengan baik dan benar
-       Dapat menghafal ayat-ayat pendek dan Hadits
-       Pendidikan Karakter yang diharapkan:
§  Cinta Alquran (ilmu)
§  Tekun
§  Mandiri
§  Kreatif
§  Mentaati dan menerapkan isi Alquran dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari
D.          INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
-       Siswa mampu menyebutkan cara-cara memfungsikan Alquran dan Hadits
-       Siswa mampu membaca ayat-ayat Alquran dan Hadits dengan baik dan benar
-       Siswa mampu menghafal ayat-ayat pendek Alquran dan Hadits
E.           MATERI PELAJARAN
1.    Cara memfungsikan Alquran
-       Alquran sebagai petunjuk
-       Alquran sebagai penjelas
-       Alquran sebagai pembeda antara yang hak dan yang bathil
2.    Cara memfungsikan Hadits
-       Megukuhkan hukum-hukum yang telah disebutkan dalam Alquran
-       Menafsirkan ayat-ayat Alquran yang bersifat majmul (global)
-       Membatasi keumuman Alquran
-       Menetapkan hukum yang belum terdapat dalam Alquran
F.           metode pembelajaran
-       Ceramah
-       Tanya Jawab
-       Hafalan
G.          langkah-langkah pembelajaran
no
kegiatan pembelajaran
alokasi waktu
(Menit)
1
Kegiatan Pendahuluan
-       mengucap salam
-       merapikan kelas, menertibkan siswa dan membaca buku absensi siswa
-       menyampaikan SK dan KD yang ingin dicapai dan menyiapkan bahan ajar
10
2
Kegiatan inti
Eksplorasi
-       Menerangkan macam-macam fungsi alquran dan hadits kepada siswa secara klasikal
-       Membacakan surat Al Baqarah (185) dan surat Ibrahim (1)
-       Bersama siswa membaca surat Al Baqarah (185) dan surat Ibrahim (1) serta hadits-hadits yang berhubungan dengan cara memfungsikan alquran
Elaborasi
-       Meminta siswa menyebutkan macam-macam fungsi Alquran dan Hadits secara acak
-       Meminta beberapa siswa untuk membacakan potongan ayat Alquran dan Hadits secara sendiri-sendiri
-       Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran
Konfirmasi
-       Memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif mengikuti pembelajaran
-       Mengidentifikasi/evaluasi siswa yang tuntas/belum tuntas dalam penerimaan materi pembelajaran
-       Memaparkan pendidikan karakter yang telah dicapai setelah menyelesaikan materi/proses pembelajaran
60
3
Kegiatan Penutup
-       Menyimpulkan materi pembelajaran
-       Melakukan penilaian terhadap partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran
-       Menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
-       Salam penutup
10
H.          sumber dan media belajar
-       Buku Alquran dan Hadits kelas VII
-       Internet
I.             penilaian
Nilai  Budaya & Karakter Bangsa
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Contoh Instrumen
Cinta ilmu
§  Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberi-kan kebajikan bagi dirinya.
Mandiri
§  Mampu mencari sumber belajar sendiri
Kreatif
§  Mendiskripsikan konsep dengan kata-kata sendiri
§  Menjelaskan  cara memfungsikan Al-Qur’an
§  Menunjukkan cara memfungsikan Hadist
§  Menggmbarkan cara   memfungsikan Al-Qur’an dan Hadist
Tes Lisan
Uraian
1.     Sebutkan fungsi AlQur’an dan hadits?
2.     Kemukakan contoh memfungsikan AlQur’an dan hadits dalam kehidupan sehari-hari!
3.     Dalam urusan apakah kita diwajibkan musyawarah?
kunci jawaban
1.    Fungsi alquran adalah sebagai petunjuk, penjelas dan pembeda antara yang benar dan yang salah.
Fungsi hadits adalah:
-          Mengukuhkan hukum-hukum yang telah disebutkan dalam alquran
-          Menafsirkan ayat-ayat alquran yang bersifat global
-          Membatasi keumuman alquran
-          Menetapkan hukum yang belum terdapat dalam alquran
2.    Contoh memfungsikan alquran dan hadits dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
-            Menjadikan alquran dan hadits sebagai pedoman hidup diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bernegara.
-            Menjadikan alquran dan hadits sebagai pedoman dalam menyelesaikan segala masalah dengan jalan musyawarah
3.    Kita sebagai muslim diwajibkan selalu mengambil jalan musyawarah dalam menyelesaikan segala urusan/masalah dalam bermasyarakat karna musyawarah merupakan jalan yang dianjurkan dalam isi Alquran dan Hadits
J.            PEDOMAN PENILAIAN
No
Aspek Penilaian
Indikator
Deskriptor
Skor
Penalaran
Komunikasi lesan
§  Jawaban salah
§  Komunikatif
§  Ketepatan Jawaban
1
2
3
Komunikasi tulis
§  Jawaban salah
§  Mudah dipahami
§  Ketepatan Jawaban
1
2
3
No
Nama Siswa
Performan
Jumlah Skor
Nilai
Komunikasi lesan
Komunikasi tulis
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Nilai =  skor yang dicapai   x 100
                         skor maksimal (9)
Guru Pamong
NIP.
Mengetahui
Jepara, 11 September 2012
Mahasiswa Praktikan

NIM.
Dosen Pembimbing Lapangan
NIP.
Kepala MTs..............
NIP.